Monday, July 06, 2009

Goyang Lidah: Bakmie Jowo DU 67

Hawa Bandung yang dingin didukung perut lapar kembali menggiring saya ke sebuah kedai bakmie yang terletak di pinggiran Jalan Dipati Ukur. Sebuah kedai Bakmie yang konon menawarkan tradisionalitas masakan bakmie, yaitu Bakmie Jawa DU 67.


Sebenarnya ini bukan kali pertama saya bersama isteri mencoba bakmie di tempat ini. Setidaknya kami pernah mencoba bakmie di tempat ini dua kali. Pertama, kami mencobanya saat siang hari (bukan waktu yang tepat sebenarnya) saat tempat ini belum terlalu ramai. Dan, kedua kalinya kami mencoba di malam hari (nah, ini baru tepat). Entah karena kangen rasa dan suasananya ataukah hanya karena dinginnya Bandung yang mendorong kami kembali kesini.

Seperti namanya, Bakmie Jowo 67 ini menyajikan menu khusus Bakmie, yaitu Bakmie Goreng, Bakmie Godhog, dan Bakmie Nyemek. Menu pelengkap lainnya berupa tambahan ati ampela, kripik paru, krupuk kulit, hingga nasi goreng. Untuk minuman, tempat ini menawarkan teh poci dan wedang ronde sebagai andalannya. Meski begitu, minuman umum lain semacam jus, es teh, soda gembira pun tersedia di sini. Dan untuk malam ini, saya memesan seporsi Bakmie Godhog, Bakmie Goreng Ati Ampela untuk istri, dan satu porsi Teh Poci dengan 2 cangkir.


Pertama yang datang duluan adalah Teh Pocinya, sedangkan pesanan Bakmie datang belakangan. Dapat dimaklumi memang, semalam bertepatan dengan malam minggu dan liburan anak sekolah, hingga cukup membuat tempat ini penuh. Dan tentunya akan membuat kita menunggu beberapa lama. Tapi tidak perlu bosan selama menunggu, sebab alunan musik Jawa setia menemani. Sambil menikmati alunan lagu khas Jawa, kami pun mengobrol ngalor ngidul ditemani nikmatnya Teh Poci yang Nasgithel (panas, legi, kenthel). Teh poci disini disajikan panas di dalam sebuah poci kecil, dan 2 cangkir yang didalamnya terdapat beberapa bongkahan kecil gula batu. Tuangkan tehnya ke dalam cangkir, aduk sebentar, biarkan gula batu mencair, lalu nikmati. Sebelumnya, akan lebih klop jika menghirup aromanya terlebih dahulu. Dijamin mata yang ngantuk akan kembali melek dan segar. Setelah itu, silahkan diminum dan nikmati sensasi teh yang begitu alami, wangi, dan kental. Ahh...mantap!

Tak terasa, pesanan Bakmie kami pun datang. Bakmie Godhog untuk saya, dan Bakmie Goreng Ati Ampela untuk istri. Sekedar informasi, Bakmie Godhog adalah bakmie rebus dengan kuah yang agak banyak, sedangkan Bakmie Nyemek adalah bakmie rebus dengan kuah yang sedikit. Satu porsi Bakmie Godhog disini cukup besar, berisikan bakmie dicampur telur, daging ayam, potongan bakso, sayuran, cabe rawit potongan, ditaburi bawang goreng dan daun seledri. Rasanya pun khas, terasa nikmat, gurih, dan mantap. Pertama saya mencicipi kuahnya terlebih dahulu. Rasanya begitu kaya dan gurih nikmat. Campuran telur, bumbu, dan bahan lain mampu membuat lidah saya tak berhenti mengecap. Bakmie nya pun tebal dan nikmat, bumbunya begitu meresap. Satu suapan awal bakmie bercampur daging ayam, bakso, sayuran, telur, dan kuah terasa begitu pas dan nikmat di dalam mulut. Keringat yang mulai muncul semakin menambah semangat menyantap. Hingga tak terasa, seporsi Bakmie Godhog telah saya habiskan.
Saya perhatikan, istri saya masih menikmati Bakmie Gorengnya. Sepiring Bakmie Goreng berwarna agak kecokelatan dipadu dengan potongan daging ayam, bakso, ati ampela, sayuran, dan telur. Juga bertabur bawang goreng dan seledri. Semuanya terlihat begitu menggoda untuk dinikmati. Sambil menunggu istri saya menghabiskannya, saya kembali menikmati Teh Poci yang masih tersisa lalu memesan refillnya (gratis, kecuali tambahan gula batunya) karena masih merasa kurang.

Setelah selesai, kami pun kembali menyeimbangkan perut yang kekenyangan dengan Teh Poci sambil mengobrol. Sesaat setelah perut kembali tenang, kami pun membayar. Untuk itu semua kami cukup mengeluarkan Rp 37.500,- dengan rincian:

* 1 porsi Bakmie Godhog Rp 13.500,-
* 1 porsi Bakmie Goreng Rp 13.500,-
* tambahan ati ampela Rp 3.500,-
* Teh Poci 2 cangkir Rp 5.000,-
* tambahan gula batu Rp 2.000,-

Untuk sebuah suasana dan kealamian rasa, harga yang dibayar memang cukup terjangkau. Terlebih lagi porsi yang ditawarkan pun tergolong besar (kecuali memang anda makannya banyak). Bagi yang menyukai porsi kecil, bisa mencoba 1/2 porsi Bakmie dengan harga Rp 11.000,-.

Penasaran ingin mencoba? Datanglah ke sini. Letaknya agak menjorok dari pinggir jalan. Patokannya adalah plang bertuliskan Bakmie DU 67 yang dapat dilihat di sebelah kiri jalan (dari arah SPBU Sekeloa, Dipati Ukur) dan sebelah kanan (seberang jalan dari arah Simpang) tak jauh dari ITHB (Institut Teknologi Harapan Bangsa).

Selamat mencoba...

Read More..

Monday, June 29, 2009

Iga Bakar si Jangkung

Selama ini kalau kita mendengar yang namanya iga bakar pasti langsung terbayang daging iga yang masih menempel di tulang, dipanggang dengan bumbu saus barbeque, dan disajikan hangat bersama nasi putih pulen. Ternyata apa yang kita dengar tak semuanya benar. Terbukti dengan apa yang saya rasakan saat menghabiskan weekend kemarin di Bandung.

Perut lapar mendorong saya untuk menyetop angkot (turun) di depan Pizza Hut Dago (depan Planet Dago, bukan Pizza HUT Bandung Indah Plaza). Bukan Pizza Hut yang dituju, bukan pula Hanamasa, tapi saya naik sedikit ke atas menuju The Kiosk Dago. Dalam sekejap, bau-bau menggugah selera masuk ke hidung. Beragam kuliner khas yang jarang kita temukan tersedia di sini. Sebut saja Soto Sulung, Tahu Gejrot, Es Campur, Karedok, Ketupat Sayur, Tempe Penyet, Iga Bakar, hingga Laksa. Menuruti rekomendasi isteri, saya pun manut saja ketika dia memesan dua porsi Iga Bakar si Jangkung.


Tak lama sajian itu pun sampai di meja. Saya agak kaget juga melihatnya. Iga Bakar ini begitu sederhana tampilannya. Sepiring nasi putih disandingkan dengan satu cobek panas berisi iga bakar yang telah dipotong-potong dilumuri saus bumbu, potongan tomat, cabai, dan bawang dengan sedikit kuah yang masih mengepul. Sepintas mirip sate tanpa tusuk dicampur semur daging. Dengan penasaran (campur lapar) saya pun mulai menyantapnya.



Gigitan pertama, sangat terasa sekali empuknya daging iga ini. Daging yang empuk bercampur dengan rasa bumbu pedas, manis, dan sedikit panas semakin membuat saya ingin menyantap lagi. Sekilas, sensasi rasa yang ditawarkan mirip dengan rujak dicampur dengan semur daging. Manis dari kecap, pedas dari cabai, gurih dan lembut daging berpadu dalam mulut. Menyantap makanan ini, cukup membuat saya berkeringat. Sebotol kecil air mineral dingin lumayan menetralkannya.

Tak terasa, satu cobek Iga Bakar dan sepiring nasi telah berpindah tempat ke perut. Puas rasanya, kenyang perutnya. Sebenarnya saya masih ingin mencoba makanan lain di sini. Tapi apa daya, perut sudah penuh. Mungkin di lain waktu saya kembali dan mencoba menu lainnya.

Untuk dua porsi Iga Bakar si Jangkung, kami cukup membayar Rp 48.000,- dengan rincian 2 porsi Iga Bakar @Rp 19.000,- dan 2 porsi nasi putih @Rp 5.000,-. Harga yang cukup lumayan (mahal) untuk memanjakan lidah. Tapi, harga tersebut tentunya diimbangi dengan kenikmatan dan sensasi yang didapatkan kala menyantapnya. Belum lagi dengan suasana The Kiosk yang terasa nyaman dan sejuk. Hembusan angin dari luar dapat kita nikmati di sini. Saat memandang keluar, tampak lalu lintas Dago (Jl. Merdeka) dilatar belakangi Planet Dago. Juga suasana yang terasa homy dengan barisan kursi kayu disandingkan dengan meja bulat. Dengan view berbagai macam stan kuliner tradisional terletak di tengah ruangan, sehingga selama menunggu atau saat makan kita bisa melihat cara masak para koki. Yang pasti rasa dan suasana seperti ini bisa membuat saya kembali…

Penasaran ingin mencoba? Silahkan datang ke sini. Patokannya adalah Pizza Hut Dago, sebelum Bank CIMB Niaga, persis di depan Planet Dago. Letaknya di lantai 2 bangunan Pizza Hut dan Hanamasa. Jika ingin merasakan suasana warung tenda, Iga Bakar si Jangkung juga ada di Jl. Cipaganti (dekat dengan Masjid Cipaganti).

Selamat mancoba…

Read More..

Saturday, June 27, 2009

Libur Telah Tiba: Transformers Euphoria, Festival Kuliner, dan Pesta Diskon

beberapa hari terakhir ini situasi liburan mulai terasa. anak sekolah mulai libur, jalan-jalan menjadi agak sepi di pagi hari, macet agak sedikit terkurangi. setelah belajar keras dan menjalani ujian, akhirnya anak sekolah memasuki masa liburan. tak hanya itu, sebagian besar pekerja dan karyawan pun mulai mengambil jatah cuti tahunan mereka. bersama keluarga maupun sendiri atau berpasangan, mereka menghabiskan liburan. ada yang cukup liburan di dalam kota, ada pula yang keluar kota, bahkan mungkin keluar negeri.

seperti yang dialami kota Bandung setiap musim liburan. entah libur hari terjepit (tanggal merah) maupun liburan anak sekolah, Bandung selalu menjadi tujuan utama bagi masyarakat Jakarta untuk berlibur. akses tol didukung ketersediaan transportasi yang memadai membuat Bandung tak pernah sepi saat musim liburan.

di Bandung, beragam promosi mulai aktif ditawarkan dalam liburan kali ini. mulai dari promosi diskon di Factory Outlet bagi yang ber-NPWP maupun pemegang kartu kredit, diskon hotel, diskon tempat wisata, hingga diskon lainnya yang sepertinya tak bisa dilewatkan oleh sebagian besar warga Jakarta.


efek dari liburan ini pun sempat saya rasakan kala berniat nonton Transformers: Revenge of The Fallen di bioskop CiWalk XXI. suasana macet sangat terasa di sekitar jalan Cihampelas, hingga membuat sopir angkot mencari rute lain dan membuat saya turun sebelum sampai tujuan. dan akhirnya saya dan isteri pun terpaksa berjalan kaki hingga ke CiWalk. tampak di sekitar jalan Cihampelas, bertaburan berbagai macam promosi diskon dari setiap gerai FO yang kami lewati. yah..saat liburan seperti ini Bandung memang menjadi kota diskon. jadi bagi yang berniat menghabiskan liburan di Bandung ada perlunya membawa uang yang cukup, kecuali jika anda memang tahan godaan.

tak hanya itu, saat sampai di CiWalk XXI, kami langsung disambut dengan antrian tiket yang panjang. bayangkan dari yang biasanya hanya dua jalur(jalur kartu kredit dan jalur cash) menjadi empat jalur. untungnya kami sempat mendapatkan tempat duduk favorit (di tengah, barisan kursi E), itupun karena sebagian besar orang memesan untuk nonton malam. sisa waktu 30 menit kami manfaatkan untuk membeli makanan dan minuman.



selama 2 jam lebih Transformers diputar, tak bosan-bosan kami menontonnya. adegan demi adegan cukup membuat penonton terkesima. terutama adegan pertempuran yang marak dari awal hingga akhir film. akting Shia Labeouf bareng Megan Fox yang cemerlang makin menambah seru film ini.

sekedar informasi, di lantai lower ground CiWalk sedang diadakan festival makanan khas Jawa Barat. beragam makanan dan minuman khas Jawa Barat disajikan dalam gubuk-gubuk yang terbuat dari anyaman bambu. festival ini ternyata diadakan pula di outdoor lobi CiWalk. sayang, saya tak mampir lebih lama meski sempat melirik kios Cireng.

melanjutkan perjalan, kami pun menuju Bandung Indah Plaza (BIP). ternyata euphoria Transformers masih berlanjut di BIP. terbukti dengan adanya event khusus promosi Toys R' Us dengan Hasbro yang bertemakan Transformers di lobi depan BIP. berbagai macam produk mainan bertemakan Transformers dijajakan disini. mulai dari mainan figur robot hingga aksesori sekolah bertemakan Transformers tersedia disini. tak hanya itu, sempat pula diadakan event foto bersama Optimus Prime. kontan banyak anak kecil yang merengek-rengek minta difoto bareng. sedangkan saya cukup lah mengambil foto dari jauh dengan hape.



sekedar informasi lagi, khusus hari ini (Sabtu, 27 Juni 2009) BIP buka hingga pukul 24.00 WIB. dimana pada hari ini akan diadakan pesta diskon di semua toko dimulai dari pukul 21.00-24.00 WIB. diskon berkisar antara 20-50 %. sayangnya kami tidak ikut menikmati event diskon ini, selain memang tidak ada keperluan, juga karena menghindari macet di kawasan Dago. bagi yang belum beruntung menikmati diskon ini, tak perlu kuatir, hampir semua toko di BIP maupun Mall lain di Bandung sedang menyelenggarakan program diskon. yang pasti siapkan kartu NPWP anda jika ingin mendapatkan diskon khusus di FO sekitar jalan Riau maupun Cihampelas. satu pesan saya, meskipun banyak diskon bertebaran, tetaplah awasi kantong anda :). jangan sampai karena tergoda dengan banyaknya diskon yang ditawarkan membuat anda lupa diri dan berbelanja habis-habisan.

well, kemanakah anda di musim liburan ini?

Read More..

Saturday, May 30, 2009

Terminator Salvation


kisah film ini diawali pada tahun 2003, dimana seorang napi bernama Marcus Wright dieksekusi mati karena telah melakukan kejahatan pembunuhan. sebelum dieksekusi, Marcus diminta menandatangani sebuah proyek sains yang akan menggunakan tubuhnya.

kisah pun bergulir pada tahun 2018, dimana terjadi perang sengit antara manusia dengan mesin yang dikontrol Skynet. saat itu sebagian besar manusia telah dimusnahkan dengan nuklir. sebagian kecil yang selamat membentuk pergerakan pemberontak, dipimpin oleh John Connor. John Connor dipercaya sebagai juru selamat yang mampu menghancurkan pasukan mesin dan membawa kemenangan bagi umat manusia. hingga pada satu misi, hanya John Connor yang selamat. tanpa disadari, misi yang membunuh semua anak buahnya teryata membangkitkan kembali Marcus.


sementara John Connor kembali ke markas dan menganalisa data yang diperoleh dari misi tersebut, Marcus yang bingung berjalan terus hingga masuk ke kota Los Angeles. saat itu LA sudah porak poranda. akhirnya di LA, Marcus bertemu dengan Kyle Reese, ayah John Connor saat masih remaja yang juga merupakan target utama pembunuhan oleh pasukan mesin. karena pasukan mesin beranggapan jika Kyle Reese mati, sejarah akan berubah. John Connor tak kan pernah ada dan pasukan pemberontak tidak ada yang memimpin sehingga pasukan mesin akan menang. sayangnya keberadaan Kyle terlacak oleh pasukan mesin hingga terjadi aksi kejar mengejar antara mereka dengan pasukan mesin yang canggih dan tak kenal ampun. malangnya, Kyle tertangkap oleh pasukan mesin. Marcus pun berusaha menyelamatkannnya.

di tengah usaha penyelamatan Kyle, Marcus bertemu dengan Blair, seorang pilot wanita yang tergabung dalam pasukan John Connor. Marcus pun ikut dalam perjalanan kembali ke markas bersama Blair. saat inilah baru diketahui siapa sebenarnya Marcus. ternyata Marcus adalah proyek Cyborg (separuh mesin dan separuh manusia) yang dibuat oleh pasukan mesin. hal ini baru diketahui pasukan pemberontak saat Marcus terkena ranjau logam saat menuju markas. Marcus pun ditahan dan diinterogasi. hingga akhirnya Blair yang merasa bahwa Marcus adalah teman, membebaskannya. terjadilah kejar mengejar antara pasukan pemberontak mengejar Marcus dan Blair yang mencoba kabur. sayangnya aksi ini terlacak oleh Hydrobot (robot pasukan mesin yang beroperasi di dalam air). saat John Connor terpojok, Marcus pun muncul dan menyelamatkannya. hingga terjadilah kesepakatan bahwa Marcus akan membawa John Connor menuju pusat sentral Skynet untuk membebaskan Kyle, ayahnya. John pun sepakat dan membiarkan Marcus pergi.

selanjutnya dengan bantuan Marcus, John Connor berhasil menyusup ke pusat sentral Skynet dan berusaha membebaskan Kyle beserta tawanan manusia lainnya. tak disangka, ternyata penyusupan John Connor telah diketahui oleh Skynet dengan memanfaatkan Marcus sebagai agen mesin penyusup yang tidak disadari oleh Marcus. saat sadar bahwa dirinya diperalat untuk menjebak John Connor, Marcus pun marah dan berusaha menyelamatkan John Connor yang saat itu sedang terdesak melawan robot Terminator versi terbaru, T-800.

setelah melalui pertempuran yang sengit, akhirnya mereka mampu mengalahkan T-800 dan menghancurkan pusat kontrol Skynet, meski untuk itu John Connor sekarat karena luka tusuk di jantung . saat terakhir tiba, Marcus pun menawarkan mendonorkan jantungnya, satu-satunya organ tubuh manusia yang masih dimilikinya, pada John Connor agar ia bisa hidup dan memimpin pemberontakan.

-------------------------------------------------------------

secara keseluruhan, film ini cukup seru untuk ditonton. terutama bagi mereka yang menyukai film action dan penyuka ketegangan. aksi yang ditampilkan cukup dahsyat, mulai dari ledakan-ledakan bom hingga robot-robot pasukan mesin yang beraneka ragam. beberapa hal yang cukup menarik antara lain adalah kehadiran sosok Arnold Scwarzhenegger yang memerankan T-800, meski dengan keadaan body yang jauh berbeda. FYI, Arnold sekarang telah menjadi Gubernur di salah satu negara bagian Amerika yang tentu saja, bodynya sudah tidak seperkasa dulu saat berperan dalam sekuel Terminator sebelumnya.

bagi mereka yang telah menyaksikan sekuel Terminator sebelumnya tentu tidak akan kesulitan mengikuti alur cerita yang ditawarkan di film ini. tapi bagi yang baru pertama kali menontonnya, mungkin akan cukup bingung dan bertanya-tanya mengapa Kyle, yang merupakan ayah John Connor saat masih muda, bisa bertemu dalam satu jangka waktu yang sama. jawabannya dapat diketahui melalui sekuel Terminator sebelumnya. selain itu ada hal yang cukup ganjil di film ini, yaitu mengenai target nomor satu pembunuhan, Kyle Reese. jika tujuan Skynet adalah mengubah sejarah dengan membunuh Kyle agar John Connor tidak pernah terlahir, kenapa saat Kyle ditangkap tidak segera dibunuh saja? bukankah jika Kyle langsung dibunuh saat itu juga, Skynet akan menang?

overall menurut saya, film ini layak ditonton dengan skor 7,5/10. lumayan sebagai pemanas sebelum Transformer 2: Revenge of the Fallen tayang di bioskop.

place : CiWalk XXI
tickets: 25,000 IDR
images : Google

Read More..

Monday, May 11, 2009

Terbang Perdana

Terbang.

terbang adalah hal yang mustahil bagi manusia sebelum ditemukannya pesawat terbang. dan terbang juga menjadi hal yang mustahil bagi saya sebelum munculnya Air Asia. ya, akhirnya menginjak usia seperempat abad, saya baru bisa merasakan terbang. naik pesawat. duduk manis (kesempitan). pramugari yang ehem. juga memandang langit dan awan dari dekat.


Semua bermula dari undangan pernikahan seorang teman kucingkecil yang akan diadakan di Balikpapan. demi mendapatkan harga tiket yang murah, kami pun memesan tiket jauh waktu sebelumnya. kami memesan tiket pesawat Air Asia pulang-pergi. dijadwalkan keberangkatan tanggal 1 Mei 2009, dan kepulangan 4 Mei 2009. dan untuk itu saya mesti ijin dari kantor untuk tidak masuk kerja. yah, anggap-anggap liburan, menghilang dari rutinitas kerja sekaligus terbang perdana.

jadwal keberangkatan pagi (06.00 WIB), membuat kami harus bangun lebih pagi. kami pun berangkat pukul 04.00 WIB dari Bintaro dengan menggunakan travel bandara. tepat pukul 05.00 WIB kami pun sampai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. setelah check in kami pun langsung menuju Zona 2 keberangkatan khusus Air Asia. setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya kami pun dipanggil menuju pintu keberangkatan.

di bawah telah menunggu bis bandara untuk mengangkut penumpang menuju pesawat. kami pun masuk, dan bis pun berjalan perlahan. tak sampai 10 menit berputar melintasi bandara, kami pun diturunkan dekat pesawat dan dipersilahkan naik. begitu masuk kami langsung mencari tempat duduk masing-masing sesuai nomer kursi yang tertera pada tiket. tak lama kemudian, pramugari memeragakan prosedur standar keselamatan yang terdiri dari memakai sabuk pengaman, memakai tabung masker, dan pelampung. tepat pukul 07.00 WIB pesawat mulai bersiap untuk lepas landas.

perlahan pesawat bergerak menuju landasan pacu. deru mesin pesawat semakin kencang menandakan pesawat akan bersiap lepas landas. kami diperintahkan mengencangkan sabuk pengaman. dan tak lama kemudian, deru mesin makin kencang, dan pesawat bergerak maju. cepat dan semakin cepat. hingga tak terasa sudah lepas landas.

ketika mencapai ketinggian 10.000 m dapl, pesawat mulai stabil dan tidak miring lagi. suasana kabin terasa begitu tenang, dengan iringan deru mesin yang tidak terlalu berisik. awalnya saya cukup nyaman, tapi lama kelamaan agak terasa sempit. maklum dengan penerbangan yang cukup terjangkau jangan harap mendapat kenyamanan ekstra. bahkan jarak kaki ke bangku di depan saya masih kalah lebar dengan jarak antar kursi di travel yang biasa saya naiki ke Bandung. di kanan saya seorang wanita bule terlihat begitu kurang nyaman dengan postur tubuhnya yang menekuk, menyesuaikan diri dengan posisi duduk. di kiri saya, kucingkecil memandang awan dari balik jendela.

tak lama, pramugari menjajakan makanan dan minuman dengan kereta dorong. tetapi ini tidak gratis, kita harus membelinya dulu. yah ini memang trik maskapai penerbangan terjangkau (murah) untuk mendapatkan pemasukan lebih. dengan menjual makanan dan minuman serta souvenir maupun pernak-pernik lainnya. maklum, sekarang ini hanya maskapai yang saya naiki inilah yang paling terjangkau,karena tidak membebankan fuel charge kepada penumpangnya. jadi bisa dipastikan ada selisih harga yang cukup material dengan maskapai penerbangan lainnya.

selama hampir dua jam lebih saya melayang di udara. awalnya masih terasa biasa, lama kelamaan bosan juga. penumpang lain memilih untuk tidur atau pun membaca. kucingkecil tertidur. menyesal saya tidak membawa bahan bacaan untuk dibaca di pesawat. akhirnya saking bosannya saya pun ikut tertidur.

tak lama saya terbangun, pramugari menginformasikan bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di tujuan. masih melintasi udara, di bawah terlihat pulau Kalimantan dengan hutan yang hijau dan laut yang biru. perlahan pesawat memutar arah dan miring sejenak. lambat laun ketinggian berkurang dan pesawat pun mulai melakukan pendaratan. dengan hati-hati, pendaratan dilakukan dengan mulus. dan kami pun mendarat di Bandara Sepinggan, Balikpapan tepat pukul 11.00 WITA.

aroma Kalimantan mulai terasa di hidung. segar udara masih terasa, meski udara terasa panas. beda dengan jakarta yang juga panas, tapi udara tidak segar. FYI, Balikpapan merupakan kota dekat dengan laut, jadi wajar saja jika udaranya terasa cukup panas. di luar bandara, ternyata calon mempelai sudah siap menjemput kami.

Welcome to Balikpapan!

...to be continued....

*foto diambil dari http://kristupa.kompasiana.com/2009/04/27/

Read More..
Custom Search

Recent Comments